Triple 'P'

'i'm an 'It' girl from my fantasy'

0 notes

-percayalah, dia dan dia mampu menjadi tembikar kehidupan kamu

saya rasa ada yang salah, ketika saya mulai menemukan titik dari solusi.

ternyata salah..

bukan hanya dari dalam saya perlu menyelesaikannya.

namun juga sekitar.

entah bagaimana ada yang mulai saya abaikan..

hal-hal sederhana yang muncul dari orang-orang yang ‘terlihat’ tidak ada apa nya.. yang ada sejak dan pada saat dahulu mereka lah faktor yang ada dalam pemikiran ini

seperti trigger, namun mulai tidak berfungsi dengan ‘optimal’.

mereka yang tidak jauh lebih baik pemikirannya dari kamu, tetapi mampu membuat pemikiran kamu jauh berkembang dan maju

hal nya itu, belajar bukan hanya dengan-kepada-siapa yang memiliki ilmu formal serta kepintaran berlebih,

bukan pula kepada dia yang dipercayai orang banyak untuk memimpin suatu komunitas ataupun kelompok

namun, belajar seperti hal nya kamu menjadikan sekitar kamu itu sebagai ilmu..

belajar kepada setiap-dari-mereka yang kamu temui, baik kebetulan ataupun tidak

layaknya tembikar yang berawal dari segumpal tanah liat.. memang tidak dari semua itu benar, namun kamu lah yang mem’benar’kan dengan memproses nya terlebih dahulu, sehingga menjadi benar dan indah.

karena pada dasar nya.. rencana-Nya indah, dan memang ada untuk meng’indah’kan pemikiran ini

0 notes

Jannah.

Sadarkah kamu ketika seorang anak -sepasang kakak-adik yang terbangun dari tidurnya dan mendapati sang peri kehidupan mereka telah kembali ke Kahyangan terindah ?

Mereka tidak meminta itu, tetapi mereka menerima nya. Meskipun lambat laun mereka akan paham dan semakin menerima ..

Ketika mereka yakin sang bunda menunggu nya di Jannah Allah :)

1 note

Sarjana atau Doktor ‘Kedewasaan’ ?

kamu itu dewasa atau mendewasakan? apakah saya yang belum paham tentang kedewasaan sehingga saya belum siap dewasa?

perhatikan sekitar saya rasa sudah cukup untuk mulai memahami kedewasaan.

bukan berarti mampu melaksanakn semua tugas, memecahkan masalah, berfikir kritis itu berarti dikatakan dewasa tah?

saya rasa.. dewasa itu ketika kamu tidak hanya memikirkan perasaan kamu, namun juga perasaan orangtua, teman, dosen, dan sekitar kamu….

bukan berarti kamu menjadi peran di sebuah drama di ‘dunia’ perasaan orang lain, namun bagaimana kamu menempatkan perasaan dia di perasaan kamu, hingga kamu tahu betul apa yang akan membuat dia setidaknya tidak terluka. sederhana bukan?

tapi bagi saya, itu proses belajar tersulit yang sedang saya jalani hingga seterusnya.. dan tidak ada kata lulus sebagai sarjana atau bahkan doktor ‘kedewasaan’ :)

Selamat selalu belajar.. 

0 notes

Tempat

Kamu akan lupa dengan dia yang beberapa hari lalu mengajak kamu berkenalan di jalan itu.

Kamu akan lupa dengan dia yang selalu menanyakan kabar kamu, tanpa kamu menanyakan kembali kabar nya, aku pun seperti itu.

Tapi kamu tidak akan lupa dan melupakan dia yang selalu ada dalam mata kamu dalam beberapa tahun, dan dalam hitungan detik kamu berbicara dengan dia.

Karena terkadang untuk mengingat kamu memerlukan penempatan dia di mata, fikiran, bahkan hati kamu :)